TIK/ICT Sebagai Alat Bantu
Manajemen Sekolah
Makalah ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Komputer.
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Budi Murtiyasa
Disusun oleh:
N
a m a : Suhirman
N
I M : Q100130035
MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perkembangan zaman semakin tak terbendung, era
globalisasi tak terelakkan. Seiring dengan perkembangan zaman berkembang pulalah
ilmu pengetahuan cara bekerja dan
berkomunikasi seseorang terhadap orang lain.Termasuk perkembangan ICT (
Information Comunication and Teknologi ) / Teknologi Informasi dan Komunikasi
telah membawa pengaruh pada manajemen khususnya manajemen sekolah. Sejalan
dengan perkembangan manajemen seseorang di zaman teknologi sekarang ini telah
berlomba-lomba untuk dapat bekerja secara cepat benar dan akurat. Salah satunnya
dengan ICT/TIK diharapkan dengan hal tersebut seseorang dapat terbantu dalam
mengelola manajemen khususnya manajemen pendidikan.
Di masa yang akan datang pekerjaan dan tingkat manajemen
akan semakin kompleks.Pemerolehan data, pengambilan serta pengolahan data akan
dilaksanakan secara online. Dengan
kondisi yang semacam ini mau tidak mau ICT sebagai alat bantu akan berperann
sangat vital. Seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini maka ICT akan
sangat diperlukan dalam pengelolaan manajemen khususnya manajemen sekolah,.
Dalam memanfaatkan ICT sebagai alat bantu manajemen
pendidikan maka perlu diupayakan beberapa hal, Di antaranya satuan pendidikan
harus memiliki jaringan ICT yang memadai. Kedua warga sekolah perlu komitmen
memahami akses informasi dan komunikasi. Ketiga sarana dan prasarana di semua
lini manajemen harus memadahi.
Untuk
menjawab tantangan dan kemajuan ilmu dan teknologi TIK meiliki peran yang
sangat straegis. TIK bisa dimaknai sebagai produk teknologi, sebagai bagian
dari materi yang dapat dijadikan isi, juga sebagai aplikasi alat bantu manajemen pendidikan yang efektif
dan efisien
B. Tujuan
Menginformasikan tentang TIK/ ICT
sebagai alat bantu dalam manajemen sekolah..
· Memenuhi tugas makalah pada mata
kuliah Pendidikan Komputer dari dosen
Prof. Dr. Budi
Murtiyasa.
C. Rumusan Masalah
1)
Apa yang dimaksud dengan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK)/ ICT dalam dunia
pendidikan?
2)
Bagaimana TIK/ICT sebagai alat bantu
manajemen sekolah ?
3)
Apa manfaat TIK/ ICT dalam dunia pendidikan
?
4)
Ap dampak TIK/ ICT dalam pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / ICT di
Dunia Pendidikan
Teknologi informasi adalah
penggunaan teknologi seperti komputer, elektronik dan tele komunikasi, untuk
memperoleh dan mendistribusikan informasi dalam bentuk digital. Sedangkan
komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang
atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak. (
KBBI :2008 )
Teknologi informasi dan komunikasi
mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi, mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan, teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang
satu ke lainnya. Maka, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah
suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang
segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan
transfer/pemindahan informasi antar media.
Sedangkan, arti TIK bagi dunia
pendidikan itu sendiri berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat
dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.
Definisi
Teknologi Komunikasi dan Informasi Menurut Para Ahli
· HIMSTREET&BATY, Komunikasi adalah suatu proses pertukaran
informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan
simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
· KARFRIED
KNAPP, Komunikasi merupakan interaksi antar
pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal
(kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung /
tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual)
· Martin, 1999, Teknologi Informasi tidak
hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan
untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi
· William &
Sawyer, 2003Teknologi Informasi adalah
teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video
Berdasarkan
beberapa definisi tersebut, sudah dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi
dan teknologi komunikasi saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada
bidang seperti pendidikan, pekerjaan, administrasi, manajemen, hukum, dll,
komunikasi selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses
maupun perkembangannya.
2.
TIK/ ICT sebagai Alat
Bantu Manajemen Sekolah
A. Peran TIK/
ICT dalam Sistem Informasi Manajemen
Berbasis Sekolah
SIM ( Sistem Informasi Mnajemen ) merupakan
sistem yang secara terpadu mengaitkan manusia dengan mesin ( peralatan ) untuk
menyajikan informasi guna mendukung pimpinan organisasi, dalam pengambilan
keputusan. Dalam hal ini di sekolah.
1) Unsur-unsur
SIM ( Sistem Informasi Mnajemen ) antara lain sebagai berikut :
a. Data
dan Informasi.
b. Pendekatan
sistem.
c. Proses
pengolahan data.
d. Peralatan/
komputer/internet
2) Ciri-
Ciri Utama SIM ( Sistem Informasi Mnajemen ) antara lain sebagai berikut :
a. Berorientasi
pada manajemen organisasi.
b. Perancangan
dan operasionalisasinya berdasarkan arahan manajemen.
c. Program
SIM terpadu dengan program lain
d. Menggunakanjaringan
dan alur data yang standar.
e. SIM
mencakup perencanaan menyeluruh dari organisasi.
f. SIM
menggunakan kerangka konsep subsistem untuk persoalan manajemen.
g. Menggunakan
data base terpusat dan terpadu.
h. Untuk
meningkatkan kualitas SIM harus didukung oleh sistem komputer dan jaringan
internet yang memadahi.
3) Prinsip
yang Mendasari SIM adalah :
a. Relevansi
b. Fleksibilitas.
c. Efektifitas
d. Efisiensi
e. Kontiunitas.
f. Komprehensif.
g. Keterpaduan.
4) Perencanaan
SIM di Sekolah.
Seperti
pada umunya, SIM terdiri atas unsure input, proses, dan output. Apabila unsure
– unsure tersebut diterapkan pada sekolah, maka akan terlihat sebagai berikut.
Input terdiri atas
kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, hubungan sekolah
dengan masyarakat, dan keuangan.
Proses
dapat
dilakukan dengan manual dan bantuan komputer. Proses manual dengan cara
konvensional, sedangkan proses dengan bantuan komputer mempersyaratkan kondisi tertentu Yakni :
a. Adanyastruktur
organisasi dan prosedur yang pasti.
b. Tersedia
data.
c. Tersedia
peralatan yang memadai.
d. Adanya
pengelolaan dan pemeliharaan sistem.
5) Yang
terlibat dalam menangani SIM antara lain :
a. Sistem
analisis atau disainer, yaitu orang yang mealamnganalisis masalah dalam
institusi.
b. Pemogram;
yaitu orang yang menyusun program komputer sesuai dengan keinginan disainer.
c. Pustakawa;
yaitu orang yang menangani penyimpanan dan mengkategorikan data.
d. Teknisi;
yaitu orang yang merawat perangkat keras dan jaringan komputer.
e. Operator;
yaitu orang yang bertugas memasukkan dan merawat berkas ( file ).
Peran ICT/TIK
dalam SIM sangatlah fital, tanpa
ICT SIM tidak akan dapat berjalan sesuai harapan.
B. TIK/ ICT
sebagai Alat bantu Manajemen Pembelajaran.
TIK/ ICT sebagai alat bantu manajemen pembelajaran,
menfasilitasi setiap peserta didik untuk
dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif dengan memnfaatkan TIK/ ICT.
Pendidik juga akan dapat memfasilitasi peserta didik dengan efektif pula. TIK/ ICT
sebagai alat bantu manajemen menjadi lebih penting karena hal-hal sebagai
berikut :
§ Tiap individu memerlukan dukungan
pembelajaran tanpa henti tiap harinya
§ Transaksi dan interaksi interaktif antar
stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
§ Kualitas layanan pada pengeekan
administrasi ditingkatkan secara bertahap
§ Orang merupakan sumber daya yang
bernilai
TIK/ ICT juga sebagai Manajemen terkait dengan perencanaan,
pengelolaan, pengawasan dan evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat
sekolah. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibantu dengan pemanfaatan TIK/ ICT,
misalnya melalui program aplikasi pengolah kata dapat membuat dokumen-dokumen
perencanaan sekolah, SIM atau sistem informasi Manajemen sekolah dapat dibuat
sekolah sebagai sumber informasi untuk mempermudah akses informasi. Melalui
Jardiknas, akan terbangun komunitas antar sekolah yang memudahkan komunikasi
antar sekolah. Melalui CCTV saat ini dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah
satu bentuk pengawasan pembelajaran
C. TIK/ ICT sebagai Alat Bantu dan
Fasilitas Pendidikan
- Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
- Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
- Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
- Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
- Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.
D. TIK/ ICT sebagai sistem pendukung keputusan
Dalam
mengambil sebuah keputusan, setiap individu memiliki alasan tersendiri. Oleh
sebab itu, diperlukan informasi data yang akurat, berdasarkan fakta yang ada
dalam mengambil sebuah keputusan.
E. TIK/ ICT sebagai Aspek Proses
Pendidikan
·
TIK/ ICT sebagai infratruktur pembelajaran. Infrastruktur pembelajaran di
sini maksudnya adalah tersedianya bahan belajar dalam format digital, jaringan
adalah sekolah, sehingga belajar bisa dijangkau di mana saja dan kapan saja.
·
TIK/ ICT sebagai sumber bahan belajar. Hal ini mengenai buku dan bahan
belajar yang diperbaharui secara kontinyu dengan menggunakan teknologi. Karena
tanpa teknologi, pembelajaran yang
up-to-date membutuhkan waktu yang cukup lama.
·
TIK/ ICT sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran. Seperti yang kita
ketahui, fasilitas TIK/ ICT sangat membantu proses pembelajaran. Contohnya,
dalam menyampaikan informasi, dengan menggunakan fasilitas multimedia informasi
akan cepat sampai ke peserta didik dengan lebih akurat karena dengan adanya
berbagai fasilitas multidedia tersebut, peserta didik lebih termotivasi untuk
belajar dan mengeksplorasi pengetahuannya secara lebih luas.
·
TIK/ ICT sebagai pendukung manajemen pembelajaran. TIK sangat mendukung
dalam hal mengelola pembelajaran, karena pada dasarnya tiap individu memerlukan
dukungan pembelajaran yang tanpa henti.
3. Manfaat TIK atau ICT dalam Pendidikan :
Menurut pemanfaatannya, TIK/ ICT di dalam pendidikan dapat
dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat :
a)
TIK/ ICT sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan, di kelompok ini TIK/ ICT dimanfaatkan
sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan,
Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat
Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas
Perbandingan Standar Kompetensi.
b.)
TIK/ ICT sebagai Alat bantu Pembelajaran, di dalam kelompok ini
sekurang-kurangnya ada 3 fungsi TIK/ ICT yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di
dalam proses belajar-mengajar, yaitu
- TIK/ ICT sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian
- TIK/ ICT sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu. Sedangkan
- TIK/ ICT sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri, Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media Komunikasi Antar Siswa.
c)
TIK/ ICTsebagai Fasilitas Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK/ ICT dapat
dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi
Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik
Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan Komunikasi
Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah). dan
d)
TIK/ ICT sebagai Infrastruktur Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK kita
temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala
menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam
Aplikasi dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer
Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi
Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi).
Selain pemanfaatan TIK/ ICT oleh lemabaga pendidikan formal,
TIK/ ICT juga telah banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan
informal sebagai sarana untuk pembelajaran.
4. Dampak
ICT / TIK Dalam Pendidikan
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di
dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa
keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif
dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain adalah :
·
Pelajar
jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajra lebih suka praktek
dibandingkan teori.
·
Pengajar
jadi lebih mudah mengajar jadi lebih mudah menyampaikan materi dengan membuat
presentasi – presentasi.
·
Bagi
pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus
bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas
atau materi melalui e-mail.
·
Dalam
membuat laporan baik bagi pelajar, maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika
memakai komputer, akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.
·
Dalam
belajar, baik pelajar maupun pengajar akan lebih mudah mencari sumber karena
adanya internet.
·
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat menjadi lebih menarik, misalnya dengan
memunculkan gambar atau suara, sehingga pelajar menjadi lebih antusias untuk
belajar.
Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak
terkecuali pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK :
·
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi
sekolah – sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan
kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering
menggunakan ICT/TIK.
·
Setiap
pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang
menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai,
jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, aka nada siswa yang hanya
menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer
·
Dalam
pembelajaran, siswa – siswa yang tidak antuasias dalam penerimaan materi sering
kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak
konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan.
·
Dalam pembelajaran yang menggunakan internet
yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk
keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam
proses belajar
·
Bagi
pengajar yang malas masuk kelas cenderung memberi tugas – tugas yang memanfaatkan
internet sehingga tatap muka dengan pelajar jarang terjadi, akibatnya pengajar
tidak mengenali pelajarnya.
Di dalam proses belajar-mengajar
tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan
interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Guru & Siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses
transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh
karena itu penataan peran Guru & Siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan
TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya.
Kini di era pendidikan berbasis TIK,
peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi
fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar bagi
Siswa. Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar
kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar. Dengan peran Guru sebagaimana
dimaksud, maka peran Siswa pun mengalami perubahan, dari partisipan pasif
menjadi partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing)
pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana
layaknya seorang ahli. Disisi lain Siswa juga dapat belajar secara individu,
sebagaimana halnya juga kolaboratif dengan siswa lain.
BAB III
PENUTUP
Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dapat kita tarik
kesimpulan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK)/ ICT adalah segala
hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah informasi dan
sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi bagi guru dan
siswa.TIK / ICTjuga memiliki peran yang strategis dalam segala bidang terutama
dalam bidang pendidikan yaitu sebagai gudang ilmu pengetahuan, alat bantu
pembelajaran, fasilitas pendidikan dan standar kompetensi.
Khususnya yang berkaitan dengan
manajemen sekolah. Kekurangan dan hambatan yang ada dalam proses pembelajaran
dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan TIK/ICT.
TIK/ ICT memiliki banyak dampak positif bagi
penggunanya. Namun disamping itu juga memiliki dampak negatif yaitu pengguna dapat mengakses
tanpa batas informasi dan sering kali pelajar menggunakan internet bukan
untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video
disaat proses belajar yang bukan
proporsinya. Disamping itu internet ibarat dua mata pisau yang sangat tajam apa
bila salah menggunakan maka akan berakibat fatal bagi penggunanya. Dalam hal
ini peran guru amatlah penting dalam melaksanakan kuwajiban sebagai pendidik.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen
Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah,
Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2000. Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Departemen
Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar
Bahasa Indonesia ( KBBI ). Jakarta : PT Gramedia Pusaka Utama.
Etudor-Eyo,
Eno, PhD, dkk. (2011). Use of ICT and Data Preservation by School
Administrators/Uporaba informacijsko komunikacijskih tehnologij in ohranjanje
podatkov
Huang,
C.-J., Liu, M.-C., Chang, K.-E., dkk. (2010). A Learning Assistance Tool for
Enhancing ICT Literacy of Elementary School Students. Educational Technology
& Society, 13 (3), 126–138.
https://www.google.com/search?q=makalah+ict+dalam+pendidikan&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Lim,
Cher Ping, dkk. (2005). Classroom
Management Issues in Information and Communication Tecnology (ICT)-Mediated Learning
Environments: Back to the Basics
Ng'ambi,
Dick dan Johnston, Kevin. (2006). An ICT-mediated Constructivist Approach for
increasing academic support and teaching critical thinking skills
Prihanto, Dwi. (2009). Pemanfaatan Tekmologi Informasi dan komunikasi
(TIK) sebagai alat bantu pembelajaran guru
23.09
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar