Sabtu, 04 Januari 2014



TIK/ICT Sebagai Alat Bantu Manajemen Sekolah

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Komputer.

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Budi Murtiyasa


Disusun oleh:

N a m a        :   Suhirman  
                                                            N I M              :   Q100130035


MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
 
BAB  I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
            Perkembangan zaman semakin tak terbendung, era globalisasi tak terelakkan. Seiring dengan perkembangan zaman berkembang pulalah ilmu pengetahuan  cara bekerja dan berkomunikasi seseorang terhadap orang lain.Termasuk perkembangan ICT ( Information Comunication and Teknologi ) / Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa pengaruh pada manajemen khususnya manajemen sekolah. Sejalan dengan perkembangan manajemen seseorang di zaman teknologi sekarang ini telah berlomba-lomba untuk dapat bekerja secara cepat benar dan akurat. Salah satunnya dengan ICT/TIK diharapkan dengan hal tersebut seseorang dapat terbantu dalam mengelola manajemen khususnya manajemen pendidikan.
            Di masa yang akan datang pekerjaan dan tingkat manajemen akan semakin kompleks.Pemerolehan data, pengambilan serta pengolahan data akan dilaksanakan secara online.  Dengan kondisi yang semacam ini mau tidak mau ICT sebagai alat bantu akan berperann sangat vital. Seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini maka ICT akan sangat diperlukan dalam pengelolaan manajemen khususnya manajemen sekolah,.
            Dalam memanfaatkan ICT sebagai alat bantu manajemen pendidikan maka perlu diupayakan beberapa hal, Di antaranya satuan pendidikan harus memiliki jaringan ICT yang memadai. Kedua warga sekolah perlu komitmen memahami akses informasi dan komunikasi. Ketiga sarana dan prasarana di semua lini manajemen harus memadahi.
Untuk menjawab tantangan dan kemajuan ilmu dan teknologi TIK meiliki peran yang sangat straegis. TIK bisa dimaknai sebagai produk teknologi, sebagai bagian dari materi yang dapat dijadikan isi, juga sebagai aplikasi  alat bantu manajemen pendidikan yang efektif dan efisien

B. Tujuan
Menginformasikan tentang TIK/ ICT sebagai alat bantu dalam manajemen sekolah..
·           Memenuhi tugas makalah pada mata kuliah Pendidikan Komputer dari dosen  Prof. Dr. Budi
            Murtiyasa.

 

 
C. Rumusan Masalah

1)      Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)/ ICT dalam dunia   
       pendidikan?
2)   Bagaimana TIK/ICT sebagai alat bantu manajemen sekolah ?
3)   Apa manfaat TIK/ ICT dalam dunia pendidikan ?
4)   Ap dampak TIK/  ICT dalam pendidikan ?




BAB  II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) / ICT di Dunia Pendidikan
Teknologi informasi adalah penggunaan teknologi seperti komputer, elektronik dan tele komunikasi, untuk memperoleh dan mendistribusikan informasi dalam bentuk digital. Sedangkan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak. ( KBBI :2008 )
Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi, mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan, teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Maka, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Sedangkan, arti TIK bagi dunia pendidikan itu sendiri berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.

Definisi Teknologi Komunikasi dan Informasi Menurut Para Ahli
        
   ·  HIMSTREET&BATY, Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
   
   ·   KARFRIED KNAPP, Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual)
   
   ·   Martin, 1999, Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi   
   ·   William & Sawyer, 2003Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video
Berdasarkan beberapa definisi tersebut, sudah dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada bidang seperti pendidikan, pekerjaan, administrasi, manajemen, hukum, dll, komunikasi selalu menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses maupun perkembangannya.

2. TIK/ ICT sebagai Alat Bantu Manajemen Sekolah
           
A. Peran TIK/ ICT dalam Sistem Informasi Manajemen Berbasis Sekolah
            SIM  ( Sistem Informasi Mnajemen ) merupakan sistem yang secara terpadu mengaitkan manusia dengan mesin ( peralatan ) untuk menyajikan informasi guna mendukung pimpinan organisasi, dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini di sekolah.
1)      Unsur-unsur SIM ( Sistem Informasi Mnajemen ) antara lain sebagai berikut :

a.       Data dan Informasi.
b.      Pendekatan sistem.
c.       Proses pengolahan data.
d.      Peralatan/ komputer/internet

2)      Ciri- Ciri Utama SIM ( Sistem Informasi Mnajemen ) antara lain sebagai berikut :

a.       Berorientasi pada manajemen organisasi.
b.      Perancangan dan operasionalisasinya berdasarkan arahan manajemen.
c.       Program SIM terpadu dengan program lain
d.      Menggunakanjaringan dan alur data yang standar.
e.       SIM mencakup perencanaan menyeluruh dari organisasi.
f.       SIM menggunakan kerangka konsep subsistem untuk persoalan manajemen.
g.      Menggunakan data base terpusat dan terpadu.
h.      Untuk meningkatkan kualitas SIM harus didukung oleh sistem komputer dan jaringan internet yang memadahi.

3)      Prinsip yang Mendasari SIM adalah :

a.       Relevansi
b.      Fleksibilitas.
c.       Efektifitas
d.      Efisiensi
e.       Kontiunitas.
f.       Komprehensif.
g.      Keterpaduan.

4)      Perencanaan SIM di Sekolah.
Seperti pada umunya, SIM terdiri atas unsure input, proses, dan output. Apabila unsure – unsure tersebut diterapkan pada sekolah, maka akan terlihat sebagai berikut.
Input terdiri atas kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, dan keuangan.
Proses dapat dilakukan dengan manual dan bantuan komputer. Proses manual dengan cara konvensional, sedangkan proses dengan bantuan komputer  mempersyaratkan kondisi tertentu Yakni :

a.       Adanyastruktur organisasi dan prosedur yang pasti.
b.      Tersedia data.
c.       Tersedia peralatan yang memadai.
d.      Adanya pengelolaan dan pemeliharaan sistem.

5)      Yang terlibat dalam menangani SIM antara lain :
a.       Sistem analisis atau disainer, yaitu orang yang mealamnganalisis masalah dalam institusi.
b.      Pemogram; yaitu orang yang menyusun program komputer sesuai dengan keinginan disainer.
c.       Pustakawa; yaitu orang yang menangani penyimpanan dan mengkategorikan data.
d.      Teknisi; yaitu orang yang merawat perangkat keras dan jaringan komputer.
e.       Operator; yaitu orang yang bertugas memasukkan dan merawat berkas ( file ).
Peran  ICT/TIK  dalam SIM  sangatlah fital, tanpa ICT SIM tidak akan dapat berjalan sesuai harapan.
B. TIK/ ICT sebagai Alat bantu Manajemen Pembelajaran.
TIK/ ICT sebagai alat bantu manajemen pembelajaran, menfasilitasi  setiap peserta didik untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif dengan memnfaatkan TIK/ ICT. Pendidik juga akan dapat memfasilitasi peserta didik dengan efektif pula. TIK/ ICT sebagai alat bantu manajemen menjadi lebih penting karena hal-hal sebagai berikut :
§  Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
§  Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
§  Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
§  Orang merupakan sumber daya yang bernilai
TIK/ ICT juga sebagai Manajemen terkait dengan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasi penyelengaraan pendidikan di tingkat sekolah. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibantu dengan pemanfaatan TIK/ ICT, misalnya melalui program aplikasi pengolah kata dapat membuat dokumen-dokumen perencanaan sekolah, SIM atau sistem informasi Manajemen sekolah dapat dibuat sekolah sebagai sumber informasi untuk mempermudah akses informasi. Melalui Jardiknas, akan terbangun komunitas antar sekolah yang memudahkan komunikasi antar sekolah. Melalui CCTV saat ini dapat dimanfaatkan sekolah sebagai salah satu bentuk pengawasan pembelajaran
C. TIK/ ICT sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan
  • Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
  • Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
  • Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.
  
      D. TIK/ ICT sebagai sistem pendukung keputusan
                  Dalam mengambil sebuah keputusan, setiap individu memiliki alasan tersendiri. Oleh sebab itu, diperlukan informasi data yang akurat, berdasarkan fakta yang ada dalam mengambil sebuah keputusan.

E. TIK/ ICT sebagai Aspek Proses Pendidikan
·         TIK/ ICT sebagai infratruktur pembelajaran. Infrastruktur pembelajaran di sini maksudnya adalah tersedianya bahan belajar dalam format digital, jaringan adalah sekolah, sehingga belajar bisa dijangkau di mana saja dan kapan saja.
·         TIK/ ICT sebagai sumber bahan belajar. Hal ini mengenai buku dan bahan belajar yang diperbaharui secara kontinyu dengan menggunakan teknologi. Karena tanpa teknologi,  pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang cukup lama.
·         TIK/ ICT sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran. Seperti yang kita ketahui, fasilitas TIK/ ICT sangat membantu proses pembelajaran. Contohnya, dalam menyampaikan informasi, dengan menggunakan fasilitas multimedia informasi akan cepat sampai ke peserta didik dengan lebih akurat karena dengan adanya berbagai fasilitas multidedia tersebut, peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuannya secara lebih luas.
·         TIK/ ICT sebagai pendukung manajemen pembelajaran. TIK sangat mendukung dalam hal mengelola pembelajaran, karena pada dasarnya tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran yang tanpa henti.

3. Manfaat TIK atau ICT dalam Pendidikan :
Menurut pemanfaatannya, TIK/ ICT di dalam pendidikan dapat dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat :
a) TIK/ ICT sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan, di kelompok ini TIK/ ICT dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi.
b.) TIK/ ICT sebagai Alat bantu Pembelajaran, di dalam kelompok ini sekurang-kurangnya ada 3 fungsi TIK/ ICT yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu
  • TIK/ ICT sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian
  • TIK/ ICT sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu. Sedangkan
  • TIK/ ICT sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri, Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media Komunikasi Antar Siswa.
c) TIK/ ICTsebagai Fasilitas Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK/ ICT dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah). dan
d) TIK/ ICT sebagai Infrastruktur Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi).
Selain pemanfaatan TIK/ ICT oleh lemabaga pendidikan formal, TIK/ ICT juga telah banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan informal sebagai sarana untuk pembelajaran.

4.   Dampak ICT / TIK Dalam Pendidikan
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain adalah :
·         Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajra lebih suka praktek dibandingkan teori.
·         Pengajar jadi lebih mudah mengajar jadi lebih mudah menyampaikan materi dengan membuat presentasi – presentasi.
·         Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas atau materi melalui e-mail.
·         Dalam membuat laporan baik bagi pelajar, maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika memakai komputer, akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.
·         Dalam belajar, baik pelajar maupun pengajar akan lebih mudah mencari sumber karena adanya internet.
·          Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat menjadi lebih menarik, misalnya dengan memunculkan gambar atau suara, sehingga pelajar menjadi lebih antusias untuk belajar.
Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak terkecuali pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK :
·         Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi sekolah – sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT/TIK.
·         Setiap pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, aka nada siswa yang hanya menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer
·         Dalam pembelajaran, siswa – siswa yang tidak antuasias dalam penerimaan materi sering kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan.
·          Dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam proses belajar
·         Bagi pengajar yang malas masuk kelas cenderung memberi tugas – tugas yang memanfaatkan internet sehingga tatap muka dengan pelajar jarang terjadi, akibatnya pengajar tidak mengenali pelajarnya.

Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru & Siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran Guru & Siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya.
Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar bagi Siswa. Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar. Dengan peran Guru sebagaimana dimaksud, maka peran Siswa pun mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. Disisi lain Siswa juga dapat belajar secara individu, sebagaimana halnya juga kolaboratif dengan siswa lain.





BAB III
PENUTUP

            Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK)/ ICT adalah segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer untuk mengolah informasi dan sebagai alat bantu pembelajaran serta sebagai sumber informasi bagi guru dan siswa.TIK / ICTjuga memiliki peran yang strategis dalam segala bidang terutama dalam bidang pendidikan yaitu sebagai gudang ilmu pengetahuan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan dan standar kompetensi. Khususnya yang berkaitan dengan manajemen sekolah. Kekurangan dan hambatan yang ada dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan TIK/ICT.
             TIK/ ICT memiliki banyak dampak positif bagi penggunanya. Namun disamping itu juga memiliki  dampak negatif yaitu pengguna dapat mengakses tanpa batas informasi dan sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video disaat  proses belajar yang bukan proporsinya. Disamping itu internet ibarat dua mata pisau yang sangat tajam apa bila salah menggunakan maka akan berakibat fatal bagi penggunanya. Dalam hal ini peran guru amatlah penting dalam melaksanakan kuwajiban sebagai pendidik.













DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2000. Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ). Jakarta : PT Gramedia Pusaka Utama.
Etudor-Eyo, Eno, PhD, dkk. (2011). Use of ICT and Data Preservation by School Administrators/Uporaba informacijsko komunikacijskih tehnologij in ohranjanje podatkov
Huang, C.-J., Liu, M.-C., Chang, K.-E., dkk. (2010). A Learning Assistance Tool for Enhancing ICT Literacy of Elementary School Students. Educational Technology & Society, 13 (3), 126–138.
https://www.google.com/search?q=makalah+ict+dalam+pendidikan&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Lim, Cher Ping, dkk. (2005). Classroom Management Issues in Information and Communication  Tecnology (ICT)-Mediated Learning Environments: Back to the Basics
Ng'ambi, Dick dan Johnston, Kevin. (2006). An ICT-mediated Constructivist Approach for increasing academic support and teaching critical thinking skills
Prihanto, Dwi. (2009). Pemanfaatan Tekmologi Informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat bantu pembelajaran guru  

0 komentar :

Posting Komentar